Kabupaten Aceh Barat Daya adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, Indonesia. Kabupaten ini resmi berdiri setelah disahkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2002.

Aceh Barat Daya sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan bukanlah merupakan ekses dari reformasi pada tahun 1998 semata. Meskipun perubahan pemerintahan nasional saat itu mempercepat pemekaran tersebut, namun wacana untuk pemekaran itu sendiri sudah berkembang sejak sekitar tahun 1960-an. Di kabupaten ini terdapat banyak tempat wisata yang menarik untuk anda kunjungi, diantaranya:

1. Pantai Cemara Indah

Pantai Cemara Indah Selain pasir pantainya putih dan indah, disini juga tersedia Taman Rekreasi, yang merupakan salah satu obyek wisata rekreasi keluarga. Pantai Cemara Indah ramai di kunjungi tidak hanya dari masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya saja, tetapi juga dari luar daerah, terutama di hari-hari libur dan akhir pekan. Lokasi wisata ini sedang dalam tahap pembangunan yang nantinya akan menjadi obyek wisata yang terus berkembang. Fasilitas yang tersedia saat ini adalah warung makan, balai tempat berteduh, bangku taman, tempat permainan anak, lapangan olah raga dan musholla. Di samping itu pelayanan sarana air bersih, listrik dan telepon juga tersedia di lokasi wisata ini.


2. Pantai Pusong Sangkalan

Pantai Pusong Sangkalan berjarak 3 Km dari Kota Blangpidie Ibu Kota Kabupaten Aceh Barat Daya, Pantai Pusong Sangkalan berhadapan dengan Samudera Hindia masih sangat asri dan bersih, pasirnya yang bersih dan agak kasar.
Nama Pusong digunakan karena di Samudera Hindia dengan jarak 1 Km dari bibir pantai terdapat “Pusong” (Pulau Gosong). Sangkalan adalah nama wilayah kemukiman dimana Pantai itu berada. Selain nama tersebut, pantai ini dikenal juga dengan nama Pantai Bali. Nama pantai Bali sebenarnya bukan nama yang resmi, menurut penduduk setempat banyak menyebutkan karena keindahan pantai tersebut tidak kalahnya dengan keindahan Pantai di Bali. Ada juga pendapat mengatakan karena ketika pertama sekali dibuka sebagai kawasan wisata, banyak wisatawan manca Negara yang datang menikmati keindahan pantai dengan bermain selancar dan berjemur ria dengan mengunakan bikini yang dianggap tabu oleh masyarakat setempat, mereka tidak ingin Pantai Pusong Sangkalan dijadikan sebagai kawasan wisata seperti di Bali yang sangat bebas dan merusak tatanan budaya setempat.
Kalau anda mengunjungi pantai ini dipagi hari jam 06.00 sampai dengan jam 10.00 WIB, anda akan berkesempatan melihat nelayan tradisional yang sedang “Tarek Pukat” (menjaring ikan dengan pukat yang ditarik dari laut ke darat). Sebuah tontonan yang menarik juga melihat dua kelompok nelayan yang menarik masing-masing ujung pukat ke daratan. Kelompok nelayan yang berjumlah 10 sampai 15 orang ini manarik pukat sambil mengeluarkan suara-suara teriakan kecil dan melantunkan syair-syair yang sangat indah.

Ombaknya yang besar sangat menantang untuk bermain selancar. Air lautnya yang biru sangat indah dan membuat mata betah berlama-lama memandang lautan lepas yang tak bertepi itu. Kebesaran Tuhan semakin dahsyat ketika kita di senja hari menikmati indahnya sunset.

3. Pulau Pusong Sangkalan

Sungguh indah Bumi Aceh, mempunyai berbagai obyek alam wisata yang sangat indah, salah satunya adalah Pulau Pusong Sangkalan, Pulau Pusong Sangkalan adalah pulau kecil seluas 1 Km² yang dulunya hanyalah daratan kecil yang gersang dan dikelilingi hamparan karang yang sangat indah. Hamparan karang dua kali lebih luas dari daratannya dan bila air sedang surut kita bisa berjalan diatasnya dengan air setinggi lutut. Menjelajahi hamparan karang yang sangat indah membuat kita bisa melupakan waktu, kita bisa melihat ikan-ikan karang yang beraneka warna dan bentuk, belum lagi kalau kita menyelam, sungguh akan menemukan taman laut yang sangat luas dan indah dan tentunya masih perawan. Untuk mencapai pulau tersebut saat ini tidak ada angkutan khusus kesana, anda bisa menumpang perahu atau menyewa satu perahu motor sekitar Rp 300.000 /hari. Sayang sekali obyek wisata yang sangat indah ini masih belum mendapat perhatian baik dari Pengusaha maupun Pemerintah Daerah setempat. Bahkan bisa dikatakan tidak ada pengelolaan dan publikasi sedikitpun dari Pemda Abdya. Padahal obyek wisata ini akan menarik perhatian wisatawan lokal bahkan mancanegara yang tentunya bisa menjadi pendapatan daerah dan juga bisa memperbaiki ekonomi masyarakat setempat.

4. Irigasi Krueng Susoh

Irigasi Teknis Krueng Baru, Kecamatan Lembah Sabil kritis dan bendungan Irigasi Teknis Krueng Susoh (Kuta Tinggi), Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya) merupakan salah satu obyek wisata yang sangat indah yang terdapat di Kabupaten Aceh Barat Daya, namun akibat semakin banyaknya penambangan galian C  maka obyek wisata Irigasi Krueng Susoh ini terancam keselamatannya akibat aktifitas penambangan galian C yang semakin tidak terkendali. Masalah yang berdampak buruk terhahadap nasib ribuan petani itu perlu segera ditertibkan.

Aktifitas penambangan galian C tidak terkendali telah mengakibatkan intake (mulut tangkapan air) irigasi teknis Krueng Baru menjadi kritis. Karena intake menjadi tinggi akibat terjadi penurunan permukaan air sungai setelah galian C ditambang secara terus menerus di kawasan tidak berapa jauh dari mulut tangkapan air irigasi yang memasok kebutuhan air untuk ribuan hektar sawah Kecamatan Lembah Sabil dan Kecamatan Manggeng. Bukan hanya itu, aliran Krueng Baru yang mamosok kebutuhan air sawah arah Kecamatan Labuhan Haji Barat, Aceh Selatan, juga mengalami nasib yang sama.

5. Krueng Babahrot

Krueng Babahrot atau disebut Sungai Babahrot yang indah dan memanjang ini terdapat di kabupaten Aceh Barat Daya. Air sungai mengalir dari pegunungan yang hijau, air yang bersih dan sejuk akan terlihat ketika melintasi jembatan panjang Krueng Babahrot, panorama alam yang sangat indah dan asri menjadi pesona dan daya tarik tersendiri bagi pengunjung-pengunjung yang datang ke daerah Krueng Babahrot ini. Tempat seluas sekitar 8,5 Ha juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang pariwisata lainnya seperti kantin dan rumah makan.

6. Pantai Kuala Katung

Merupakan obyek wisata pantai Kuala Katung yang terletak di Desa Ujung Serangga, Kabupaten Aceh Barat Daya. Jarak tempuh sekitar 15 menit dari kota Blangpidie. Tempat wisata ini memiliki fasilitas seperti cafe-cafe yang berada di sepanjang jalan, juga sangat dekat dengan pelabuhan perahu nelayan untuk menangkap ikan dan pelabuhan bongkar muat barang dari kapal-kapal luar daerah.

Share